Baca Juga

Kamis, 24 Februari 2011

Persija Tambah Kiper di Putaran 2 ISL


Persija Jakarta tidak akan merombak komposisi tim  di putaran dua Liga Super Indonesia (ISL) 2010/2011 ini.
"Tidak ada perubahan komposisi pemain jelang putaran 2. Penambahan pemain hanya pada posisi kiper," kata pelatih Persija, Rahmad Darmawan, saat dihubungi VIVAnews, Kamis 24 Februari 2011.
Menurut Rahmad, pihaknya saat ini sedang bernegosiasi dengan kiper Perseman Manokwari, Jendri Pitoy. Namun, proses masih berjalan dan belum mencapai keputusan final.

"Kami masih keberatan dengan fee transfer yang diajukan. Karena itu sampai saat ini belum ada keputusan final," kata mantan pelatih Sriwijaya FC itu.

Rahmad menjelaskan, Persija memang sedang mencari kiper baru untuk menggantikan posisi Andritany Ardhiyasa. Andri tak bisa memperkuat Persija karena harus mengikuti pemusatan latihan jangka panjang Timnas Indonesia Pra Olimpiade.

"Karena itu, kami senang ketika Jendri Pitoy menyatakan keinginannya untuk bergabung. Kami senang karena susah mencari kiper berkualitas di masa jeda seperti ini," kata Rahmad.

"Namun, sejak awal kami sadar bakal sulit karena harus transfer. Kalau bisa dapat Jendri, tentu saja Alhamdulillah."

Jendri sudah bertemu dengan manajemen Persija. Namun, mantan kiper Persipura Jayapura dan Timnas Indonesia itu memilih kembali ke Papua karena ada urusan lain yang akan dikerjakannya.
Sumber :
READ MORE - Persija Tambah Kiper di Putaran 2 ISL

Ponsel Kini Bisa untuk Deteksi Kanker

Dalam waktu dekat, kemungkinan ada aplikasi yang memungkinkan Anda mendeteksi kanker dengan mudah. Peneliti telah membuat sebuah perangkat kecil, yang dengan bantuan smartphone, dalam 1 jam bisa diketahui apakah benjolan mencurigakan di tubuh pasien merupakan kanker yang berbahaya atau jinak.

Sebelumnya, ahli onkologi biasanya menggunakan jarum tebal untuk mengambil beberapa sel dari benjolan untuk dianalisa di lab. Namun demikian, uji coba umumnya memakan waktu berhari-hari dan kadang tidak dapat memberikan kesimpulan yang pasti.

Untuk itu, Ralph Weissleder, ilmuwan asal Massachusetts General Hospital di Boston, Amerika Serikat, mengembangkan mesin nuclear magnetic resonance (NMR) kecil, alat yang memungkinkan peneliti mengidentifikasi senyawa kimia dengan mengetahui reaksi mereka di medan magnet.

Mereka juga menemukan cara untuk melemapirkan nanopartikel magnetik ke protein sehingga mesin bisa memilih protein tertentu seperti yang ditemukan pada sel tumor.

Mesin NMR standar yang biasa digunakan di lab kimia memiliki ukuran sebesar lemari. Akan tetapi, menggunakan teknologi yang dikembangkan, alat itu hanya memiliki ukuran sebesar cangkir kopi.

Untuk mengetahui bagaimana alat baru ini bisa dimanfaatkan di klinik kanker, peneliti MGH menggunakan prosedur standar untuk mengambil sel mencurigakan dari tubuh pasien.

Mereka kemudian memberi label pada sel dengan berbagai nanopartikel magnetik yang didesain untuk melekat pada protein yang berhubungan dengan kanker dan menyuntikkan sel tersebut ke mesin NMR mini yang telah dibuat.

Alat itu, yang data keluarannya bisa dibaca oleh aplikasi milik smartphone, mendeteksi sembilan protein untuk mencari sel kanker.

Dengan mengombinasikan empat dari sembilan hasil penelitian terhadap protein tersebut, tim MGH berhasil mendiagnosa biopsi 48 dari 50 pasien dalam waktu kurang dari 1 jam per pasien.

Menurut laporan yang dipublikasikan di Science Translational Medicine, hasil diagnosis micro NMR tersebut juga 100 persen akurat saat meneliti 20 pasien lain yang diperiksa. Sebagai perbandingan, tes patologi standar pada sampel serupa hanya mencapai tingkat akurasi antara 74 sampai 84 persen.

Weissleder berharap, perangkat yang mereka kembangkan memungkinkan dokter mengambil sampel dari pasien, menguji cobanya, dan memberitahukan hasilnya saat pasien siuman. “Saat ini, pasien datang untuk tes biopsi, pulang, dan menunggu beberapa hari untuk mengetahui hasilnya,” kata Weissleder, seperti dikutip dari Science, 24 Februari 2011.

“Pasien mengalami periode yang sulit saat menunggu hasil apakah mereka terkena kanker atau tidak,” ucap Weissleder. “Selain itu, cara ini juga bisa memangkas pemeriksaan biopsi ulangan yang umumnya memakan biaya hingga ribuan dolar,” ucapnya.



Sumber :
teknologi.vivanews.com
READ MORE - Ponsel Kini Bisa untuk Deteksi Kanker

Avanza-Xenia Ganti Wajah?


Kabar mobil terlaris Indonesia, Toyota Avanza - Daihatsu Xenia berganti wajah, ramai dibicarakan. Konon, Avanza-Xenia versi baru akan diluncurkan pada tahun ini.

Spekulasi beredar karena sejak pertama kali diluncurkan pada 2004, Avanza-Xenia belum pernah ganti wajah. Kalaupun ada perubahan, itu sifatnya minor.

Ketika dikonfirmasi, Direktur Utama PT Daihatsu Astra Motor, Sudirman MR, mengatakan, pangsa pasar kedua model ini masih sangat bagus. "Sehingga kami belum berencana mengganti model itu," kata dia di Jakarta.

Bahkan, Sudirman mengatakan, Daihatsu akan membangun pabrik baru untuk meningkatkan kapasitas produksi dari 330 ribu unit menjadi 430 ribu unit per tahun. "Pabrik ini akan memproduksi model-model yang sudah ada, termasuk Avanza dan Xenia," katanya.

Sebab pabrik Astra Daihatsu yang saat ini berada di kawasan Sunter, Jakarta, sudah tidak memungkinkan ekspansi lagi, sehingga perusahaan memutuskan membangun pabrik baru di Karawang Timur, Jawa Barat.
Produksi Astra Daihatsu dalam lima tahun terakhir meningkat 315 persen dari 95.496 unit pada 2006 menjadi 300.3 unit pada 2010.

Toyota dan Daihatsu merupakan produsen mobil terbesar pertama dan kedua di Indonesia. Pada 2010, Toyota bisa menjual 280.989 unit dan Daihatsu 118.554 unit. Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia merupakan penyokong terbesar dengan kontribusi masing-masing 141.799 unit dan 65.901 unit, atau menguasai pangsa pasar low MPV. 
Sumber : 
READ MORE - Avanza-Xenia Ganti Wajah?