Baca Juga

Jumat, 14 Januari 2011

10 Mobil Tercepat Didunia



1.SSC Ultimate Aero


257 mph (411 Km), 0-60 dalam 2.7 detik.
Twin-Turbo V8 dengan 1183 Hp.
Buatan USA, Shelby Super Cars.
Harga jual $654,000

2.Bugatti Veyron


253 mph (404 Km), 0-60 dalam 2.5 detik.
Aluminum, Mesin W16 dengan 1001 hp.
Buatan Perancis. Group VW.
Harga jual $1,444,000

3.Koenigsegg CCX


250 mph+ (400 Km), 0-60 dalam 3.2 detik.
Mesin 90 Degree V8 806 hp.
Buatan Swedia.
harga jual $695,000

4.Saleen S7 Twin-Turbo


248 mph+(396 Km), 0-60 dalam 3.2 detik.
Mesin Twin Turbo Aluminum V8 dengan 750 hp.
Buatan USA.
harga jual $555,000

5.McLaren F1

240 mph+ (384 Km), 0-60 dalam 3.2 detik.
Mesin BMW S70/2 60 Degree V12 dengan 627 hp.
Buatan Jerman dan Inggris
harga jual $970,000

6.Ferrari Enzo

217 mph+ (347 Km), 0-60 dalam 3.4 detik.
Mesin F140 Aluminum V12 dengan 660 hp,
buatan Italy
harga jual $670,000

7.Jaguar XJ220

217 mph+ (347.2 Km), 0-60 dalam 4.0 detik.
Mesin Twin Turbo V6 dengan 542 hp,
buatan Inggris, tahun 1992,
harga jual $345,000

8.Pagani Zonda F


215 mph+ (344 Km), 0-60 dalam 3.5 detik.
Mesin Mercedes Benz M180 V12 dengan 650 hp,
buatan Italy,
harga jual $741,000

9.Lamborghini Murcielago LP640

213 mph+ (340.8 km), 0-60 dalam 3.3 detik.
Mesin V12 dengan 640 hp, buatan Italy,
harga jual $430,000

10. Porsche Carrera GT

209 mph+ (334.4 Km), 0-60 dalam 3.9 detik.
Aluminum, 68 Degree, Mesin V10 dengan 612 hp,
buatan Jerman,
harga jual $440,000

Sumber : Berbagai Sumber
READ MORE - 10 Mobil Tercepat Didunia

Fakta Tentang Kecepatan Cahaya


 
Apa yang terjadi jika kita bergerak dengan kecepatan yang mendekati kecapatan cahaya? Hmm, kita bahas, yuk, daripada bengong...
Cahaya adalah Satuan Kecepatan Paling Besar di Jagad Raya yang Memiliki Kecepatan
1.079.252.848 km/h dengan Kecepatan Cahaya Berikut Tabel waktu yang di perlukan Cahaya untuk Menjangkau Tempat-Tempat Tertentu

Perkiraan lama waktu yang diperlukan dari jarak tempuh cahaya:
Satu kaki1.0 nanodetik
Satu meter3.3 nanodetik
Satu kilometer3.3 mikrodetik
Satu mil5.4 mikrodetik
Dari Bumi ke geostationary orbit0.12 detik
Mengelilingi khatulistiwa bumi0.13 detik
Dari Bumi ke Bulan1.3 detik
Dari Bumi ke Matahari8.3 menit
Dari Bumi ke Alpha Centauri4.4 tahun
Menyebrangi Bima Sakti100,000 tahun


Saat ini adalah sudah 105 tahun sejak Einstein pertama kali memperkenalkan Theory of Special Relativity yang menjelaskan apa yang terjadi pada suatu objek pada kecepatan cahaya.
Sebenarnya ada banyak yang harus dipelajari terkait pertanyaan tadi. Tapi kita langsung saja melihat apa yang terjadi pada suatu benda saat kita membuatnya bergerak mendekati kecepatan cahaya. Ada tiga hal penting:
1.Kontraksi. Ini akan terjadi pada semua orang. Jika kita bergerak mendekati kecepatan cahaya, lalu seseorang yang melihat kita, akan melihat kita mengecil. Tapi dari sisi kita, segala sesuatu yang kita lihat akan terlihat bergerak ke arah belakang kita mendekati kecepatan cahaya, dan juga seperti memiliki dimensi yang mengecil.
2.Melambatnya Waktu. Fenomena ini disebut dilasi (dilation), dan lagi, ini terjadi pada semua orang. Artinya bahwa jika kita bergerak mendekati kecepatan cahaya, semua orang yang melihat kita akan melihat bahwa waktu akan berjalan lebih lambat untuk kita: arloji kita berjalan lebih lambat, umur kita melambat, detak jantung kita melambat, dst. Tapi kita juga melihat hal yang sama, umur orang-orang itu melambat, dst. Tapi jika kita pergi dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya dan lalu kita kembali ke bumi pada kecepatan bumi, kita akan menemukan fakta bahwa selama perjalanan kita, meski umur kita berjalan normal seperti biasa, yang terjadi di bumi lebih lama waktu yang telah terlewati.
3.Lebih banyak energi yang dibutuhkan untuk menambah kecepatan. Beberapa dari Anda yang tahu sedikit fisika tahu bahwa besarnya energi dari suatu partikel adalah E=mc2. Beberapa dari Anda juga tahu bahwa Energi Kinetik = 1/2 mv2. Tapi saat Anda bergerak mendekati kecepatan cahaya, hal itu butuh dan butuh lagi lebih energi untuk bergerak lebih cepat. Pada grafik di bawah ini, garis ungu adalah formula lama untuk energi kinetik, tapi garis merah merupakan energi yang sebenarnya (relativistic). Catat bahwa Anda tidak akan pernah benar-benar sanggup mencapai kecepatan cahaya, tapi bahwa energi itu mendekati tak terbatas (infinity).
Jadi itulah yang terjadi saat suatu benda biasa mendekati kecepatan cahaya: terlihat mengalami kontraksi, waktu melambat, dan kebutuhan akan energi yang lebih besar untuk menambah kecepatannya. Atau misalnya, sesuatu yang tidak memiliki massa (seperti foton, atau mengkin gravitasi), harus bergerak pada kecepatan cahaya.
Tapi katakanlah Anda punya pesawat ruang angkasa, dan entah bagaimana caranya memutuskan untuk bepergian pada kecepatan cahaya. Apa yang terjadi?
Okeh, jika Anda menggunakan seluruh energi di jagat raya untuk pesawat ruang angkasa Anda, Anda mungkin bisa mendekati kecepatan cahaya. Seberapa dekat? Kecepatan cahaya tepatnya 299,792,458 meter/detik. Dan Anda bisa mencapai antara kira-kira 1 x 10-30 meter/detik dari angka itu - udah bagus banget. Taruhlah Anda mencapai kecepatan itu, apa yang akan terjadi?Pertama, seluruh jagat raya akan berkontraksi menjelma menjadi hanya beberapa milyar kilometer - kurang dari satu tahun cahaya!Kedua, waktu akan melambat begitu hebat, hingga umur Anda akan hanya beberapa detik sementara jagat raya pada kenyataannya telah bertambah umur trilyunan tahun!Galaksi akan berfusi, bintang-bintang akan lahir dan meledak dalam sekejap mata.Dan akhirnya, Anda mungkin akan menjadi yang pertama kali melihat takdir dari jagat raya; jika jagat raya punya akhir, Anda bisa melambatkan waktu begitu hebat untuk Anda sendiri sehingga mungkin Anda tidak hanya melihatnya, Anda mungkin melakukannya hanya dalam hitungan detik.
Jadi masalahnya bukan hanya bagaimana mencapai kecepatan cahaya, tapi ada alasan lain kenapa mending kita gak usah mencoba melakukannya.
Sumber : Berbagai Sumber
READ MORE - Fakta Tentang Kecepatan Cahaya

5 Manfaat Kesehatan Menjadi Donor Darah


Simbiosis mutualisme. Itulah yang akan kita rasakan jika kita melakukan donor darah, sebab setiap tetes darah yang kita sumbangkan tidak hanya dapat memberikan kesempatan hidup bagi yang menerima tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonornya.
 
http://www.gkibektim.org/files/attach/images/132/726/001/donor-darah.jpg
 
Anggapan yang menyatakan mendonorkan darah bisa membuat kita menjadi lemas adalah salah. Saat kita mendonorkan darah, maka tubuh akan bereaksi langsung dengan membuat penggantinya.

Jadi, kita tidak akan mengalami kekurangan darah. Selain membuat tubuh memproduksi darah-darah baru, ada lima manfaat kesehatan lain yang bisa kita rasakan.
 

1. Menjaga kesehatan jantung

Tingginya kadar zat besi dalam darah akan membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap penyakit jantung. Zat besi yang berlebihan di dalam darah bisa menyebabkan oksidasi kolesterol.

Produk oksidasi tersebut akan menumpuk pada dinding arteri dan ini sama dengan memperbesar peluang terkena serangan jantung dan stroke. Saat kita rutin mendonorkan darah maka jumlah zat besi dalam darah bisa lebih stabil. Ini artinya menurunkan risiko penyakit jantung.
 

2. Meningkatkan produksi sel darah merah

Donor darah juga akan membantu tubuh mengurangi jumlah sel darah merah dalam darah. Tak perlu panik dengan berkurangnya sel darah merah, karena sumsum tulang belakang akan segera mengisi ulang sel darah merah yang telah hilang.

Hasilnya, sebagai pendonor kita akan mendapatkan pasokan darah baru setiap kali kita mendonorkan darah. Oleh karena itu, donor darah menjadi langkah yang baik untuk menstimulasi pembuatan darah baru.

3. Membantu penurunan berat tubuh

Menjadi donor darah adalah salah satu metode diet dan pembakaran kalori yang ampuh. Sebab dengan memberikan sekitar 450 ml darah, akan membantu proses pembakaran kalori kira-kira 650. Itu adalah jumlah kalori yang banyak untuk membuat pinggang kita ramping.


4. Mendapatkan kesehatan psikologis

Menyumbangkan hal yang tidak ternilai harganya kepada yang membutuhkan akan membuat kita merasakan kepuasan psikologis. Sebuah penelitian menemukan, orang usia lanjut yang rutin menjadi pendonor darah akan merasakan tetap berenergi dan bugar.

5. Mendeteksi penyakit serius

Setiap kali kita ingin mendonorkan darah, prosedur standarnya adalah darah kita akan diperiksa dari berbagai macam penyakit seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, sifilis, dan malaria.

Bagi yang menerima donor darah, ini adalah informasi penting untuk mengantisipasi penularan penyakit melalui transfusi darah. Sedangkan untuk kita, ini adalah “rambu peringatan” yang baik agar kita lebih perhatian terhadap kondisi kesehatan kita sendiri.

Setelah menginjak usia 18 tahun, cobalah untuk membiasakan diri mendonorkan darah setiap tiga bulan sekali. Tidak hanya akan memberikan perasaan yang senang karena dapat membantu sesama, namun bermanfaat positif bagi kesehatan tubuh kita sendiri.

Dan usia maksimal untuk melakukan kebiasaan baik ini adalah hingga berusia 60 tahun. Jadi jangan tunggu lama lagi, ayo… saatnya donor darah!


Sumber : Berbagai Sumber
READ MORE - 5 Manfaat Kesehatan Menjadi Donor Darah